Sabtu, 22 Desember 2012

"I Love you, Mamah"

Banyak hal dilakukan oleh seorang Ibu itu sangat penting, namun sayangnya selalu diabaikan, tanpa disadari atau bahkan terlupakan oleh aku, kamu, kita sebagai anaknya. Apa saja ya?

1. Saat Ibu menelepon, percayalah dia hanya ingin tau sedikit saja bagaimana kabarmu dan apa yang terjadi padamu. Maka janganlah kamu merasa risih.

2. Saat Ibu terdiam, percayalah kamu adalah orang yang selalu ingin dia dengar.

3. Saat Ibu tidak pernah membantah, percayalah itu karena kamu adalah cintanya.

4. Saat Ibu berkata, "Ibu baik-baik saja", percayalah ada rahasia yang tersimpan didalam hatinya, maka bantulah dia.

5. saat kamu merebahkan kepala ke bahunya, percayalah dia adalah sebuah sarang hangat yang mampu menghilangkan kedinginan.

6. Saat kamu terjatuh, percayalah kedua tangannya akan menyambutmu dengan pelukan hangat.

7. Saat kamu lapar, haus, percayalah orang yang pertama sibuk di dapur menyiapkan segala sesuatu untukmu adalah Ibu.

8. Saat Ibu bilang, " Ibu rindu sekali denganmu, nak " percayalah, langitpun tak akan mampu menjadi batas rindunya kepadamu.

9. Saat Ibu menasehati kamu, percayalah itu kata mutiara yang tak akan pernah kamu dapatkan dari orang lain..

10. Saat Ibu memarahi kamu, percayalah semua itu untuk mendidik kamu supaya kamu bisa menjadi diri yang lebih baik.

11. Saat Ibu meminta kamu menemaninya, percayalah bahwa itu karena kamu adalah orang yang mampu membuat dia merasa nyaman kemanapun dia melangkah, maka janganlah malu untuk menemaninya kemanapun melangkah.

12. Saat Ibu berkata "TIDAK" untuk menunaikan sesuatu permintaan dari kamu, percayalah pada akhirnya kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari apa yang kamu inginkan itu.
Dan dari setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun berlalu, kasih dan sayangnya tak kan pernah berubah tak pernah luntur termakan usia. Doanya akan selalu terucap untukku, kamu, dan kita anaknya, seburuk apapun sifatmu padanya.

Maka dengan penuh ketulusan hatiku dan kamu juga, berdoa untuk Ibu tercinta,.
"Semoga Rahman dan Rahim selalu tercurah untukmu, dan semoga kebahagiaan selalu menyelimuti hari-harimu." Amiin

Kamis, 13 Desember 2012

Be A Stranger

Kalau sudah baca cerita tentang siapa aku, pasti udah tau donk jumlah anggota keluargaku tercinta (kalau belum baca, cari tahu di sini about mee). 
Berapa coba? Ya, bener banget, semuanya berjumlah 6 orang termasuk aku didalamnya.
Melambangkan rukun Iman banget kan tuh, :)

Tapi, ini bukan tentang jumlah angka anggota keluarga. It's all about, apa yang sudah aku lakukan untuk keluarga tercintaku. Kalau diliat dari aktifitasku sehari-hari akhir-akhir ini, rasanya aku benar-benar sedih. Karena aku tidak bisa membantu banyak hal untuk keluargaku. Bukan aku tak peduli, tapi jarangnya aku berada di rumah membuatku kehilangan semua kesempatan berkomunikasi dan mendapatkan informasi terkait keluarga. Bagaimana tidak, pagi-pagi aku harus berangkat kerja, setelah bekerja dilanjutkan dengan kuliah hingga malam. Setelah itu baru aku pulang. Sedangkan saat aku pulang biasanya semua orang di rumah sudah terlelap tidur. Sama sekali tidak ada kesempatan berkomunikasi kan? kecuali di pagi hari, itu pun hanya sebentar.

Kadang aku seperti merasa tidak dianggap, 'menjadi orang asing di rumah sendiri' karena tidak ikut terlibat dalam semua kejadian yang ada. Mungkin itu kesengajaan. Mamah gak mau anaknya yang udah sangat 'sok sibuk' ini dengan segala pikiran dan beban pekerjaan plus kuliah, harus ditambah lagi dengan pikiran lainnya. Terima kasih mah untuk perhatianmu itu. Tapi bukan seperti itu yang aku harapkan, sometimes, I wanna say
"Mah, I'm a part of this family. Don't discriminate me. I wanna know everything about this family."
Ya, sekali lagi aku bagian dari keluarga ini. Keluarga yang aku cintai yang sudah mengisi lembar-lembar kehidupanku sejak aku membuka mata pertama kali hingga saat ini.
"I'm here Mah."

Sayangnya, kehidupan terus berjalan bukan? Aku tidak punya kemampuan untuk mengubah segalanya, maka tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain berdoa. Saat ini, di waktu ini, dengan diketahui oleh-Mu dan kamu semua, aku berdoa . . . dalam hati. Semoga Allah mengabulkan segala permohonanku, Aamiin.

Senin, 10 Desember 2012

Fuel Empty

Punya motor kan? Motor jenis apa? 
Tapi tau Mionk kan? Itu lho, motor matik keluaran Negeri matahari terbit? Tau kan?

Orang bilang motor matik itu borosnya luar biasa. Percaya? Kalau aku seh percaya, soalnya udah kebukti sama motor Mionk kesayanganku. Beli premium Rp 10.000 cepet habis dalam waktu 3 hari, padahal jarak tempuhnya gak jauh-jauh amat, rutenya juga selalu sama. 

Tapi Alhamdulillah-nya neh, walaupun boros si Mionk gak pernah ampe harus didorong segala gara-gara fuel empty a.k.a abis bensin, secara borosnya itu lho. Padahal posisi jarum bensinnya sering banget di bawah tanda merah alias di bawah batas minimal bensin, tapi si Mionk tetep jalan aja tuh sesuai perintah. Mau tahu alasannya kenapa?
Karena pas tau bensinnya si Mionk udah 'ente', dengan penuh dorongan aku tularkan 'semangat jalan' padanya. Lho apa hubungannya?? Aneh kan pastinya, secara si Mionk tuh benda mati yang gak punya perasaan, tapi bisa-bisanya dia tertular semangat jalan dari pengemudinya. Penjelasannya seh simple aja, karena saat memberikan dorongan 'semangat jalan' itu, secara gak langsung kita jadi berpositif thinking. Hal itu bikin kita yakin kalo kita bisa sampai ke tujuan dengan selamat tanpa harus ngedorong-dorong segala.

Tapi apapun penjelasannya, hal ini bukan untuk dijadikan alasan gak ngisiin bensin motor padahal udah hampir kosong lho ya.
But, just try it, if you have the same condition with me. :)

Rabu, 05 Desember 2012

Life's like Diving


Perumpamaan hidup itu seperti saat seorang penyelam mencari sebuah mutiara indah di dasar lautan. Tabung oksigen sebagai umurnya, karena oksigen adalah nyawa saat kita melakukan penyelaman. Keindahan alam bawah laut sebagai cobaannya, karena jika kita terlalu asik dan menikmati keindahan itu, maka oksigen sebagai nyawa kita akan semakin berkurang dan habis sebelum menemukan mutiara itu. Dan mutiara sebagai tujuan hidupnya, karena tujuan utama dari pencari mutiara adalah mutiara itu sendiri. Saat seorang penyelam berhasil menemukan mutiara itu dan berhasil kembali ke daratan, maka kebahagiaan akan diperolehnya.

Begitu juga dengan kehidupan manusia. Ada umur, nyawa, cobaan, kebahagiaan, dan tujuan sama seperti penyelam. Tergantung cara dan jalan yang mana yang akan ditempuh dan diraih oleh manusia itu sendiri.

Jadi pertanyaan mudahnya, "Untuk apa kamu hidup?"