Senin, 04 Juni 2012

The Power of The Words


Apalah arti sebuh kata.

Ya, kalimat itulah yang sering orang-orang pikirkan saat sedang mendengarkan nasihat atau saran dari orang lain. Dan tanpa berpikir panjang lagi, lalu melupakan kata-kata yang telah diucapkan orang lain tersebut, padahal mungkin saja kata-kata yang seseorang ucapkan pada kita, entah dari seorang ibu, ayah, kakak,aAdik, kakek, nenek, saudara, sahabat, pacar, suami, istri, anak, teman, atau bahkan musuh sekalipun merupakan sebuah kebaikan untuk diri kita. Namun, memang karena rasa egoisme diri yang amat besar sering membuat kita enggan untuk peduli, I don’t care-lah.

Berdasarkan beberapa kebetulan yang menjadi kenyataan mengungkapkan bahwa sebuah kata yang seseorang ucapkan pada orang lain bisa menjadi sebuah doa yang  entah baik atau buruk, cepat atau lambat menjadi kenyataan pada orang tersebut. Misalkan gini, Atena adalah sahabat baik seorang Hercules (hehe, gak ada maksud untuk mencemarkan nama baik dewa Yunani lho ya..), saat Hercules menghancurkan hati Atena, kemudian sang Atena mengatakan, “Terkutuk kamu, aku tidak akan pernah memaafkanmu, pasti suatu saat kau akan mendapatkan balasannya.” Kemudian beberapa waktu selanjutnya Hercules pun mendapatkan kejadian yang sama dengan apa yang sebelumnya pernah dia lakukan kepada Atena. Begitu, gimana? Cukup dimengerti? Ya, bener banget,  mirip-miriplah sama cerita Malin Kundang anak yang durhaka pada ibunya, atau buat para muda-mudi biasanya dibilang hukum karma kali ya. 

Tapi, bukan hanya dalam keburukan saja terdapatnya sebuah kekuatan dari kata-kata itu, tapi dalam hal kebaikan juga. Seperti saat seorang anak memohon doa untuk kelancaran ujiannya kepada sang Ibu, dan si Ibu mengatakan, “Insya Allah, kamu dimudahkan dalam ujianmu.” Maka kata-kata itulah yang sebenarnya membuat sang anak juga menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi ujiannya. Kadang kita menganggap remeh perkataan seseorang pada kita, karena memang kita sendiri selalu meremehkan kata-kata yang kita ucapkan sendiri. Tanpa disadari kita sering mengatakan “Dasar bego lu” pada teman kita, asalkan kamu tahu, bahwa kata-kata itu sedikit banyak dapat merubah sikap temanmu ke arah ucapanmu itu.  Jadi jangan salahkan temanmu yang sudah “lemot” menjadi lebih lemot lagi karena kamu juga sering memanggilnya si ”lemot”.

Saat seseorang mengatakan “Aku cinta padamu”, bukankah kata-kata itu membuat kamu merasa berbeda? Atau saat kamu tengah berputus asa, kemudian seseorang mengatakan kepadamu “Semangat, Cheers Up”, tidakkah kamu merasa kekuatanmu seolah bertambah, walaupun sedikit? Atau pada saat kamu tengah berbahagia karena nilai ujianmu sempurna, kemudian ada orang yang mengatakan “Ah, paling itu hasil nyontek”, pasti perasaanmu jadi berubah bukan? Atau mungkin saat kamu sedang kesal sekali pada seseorang, kemudian orang itu mengatakan “Maaf”, apakah kamu masih akan tetap marah padanya?
Ya begitulah, the power of the words, ucapan yang hanya terdengar sederhana, namun ternyata memiliki kekuatan dahsyat dan sempurna di dalamnya tergantung dari sisi mana kita memaknainya. Dan saat orang tua ku mengatakan bahwa “Nanti kita semua nganterin teteh pas udah lulus”, maka kata-kata itu juga menyihirku dan memberiku secercah harapan, bahwa aku pasti bisa melaluinya.

Jadi, setelah tahu bagaimana kuatnya sebuah kata-kata yang diucapkan terutama dari mulut kita sendiri, masihkan tidak mau peduli lagi dengan apa yang akan menjadi kenyataan selanjutnya atas ucapkan kita? Berpikirlah sebelumnya, sebelum kamu mengatakannya, sebelum menjadi kenyataan, dan sebelum akhirnya kamu menyesali perkataanmu sendiri di kemudian hari.

Karena mulutmu harimau-mu.