Sabtu, 22 Desember 2012

"I Love you, Mamah"

Banyak hal dilakukan oleh seorang Ibu itu sangat penting, namun sayangnya selalu diabaikan, tanpa disadari atau bahkan terlupakan oleh aku, kamu, kita sebagai anaknya. Apa saja ya?

1. Saat Ibu menelepon, percayalah dia hanya ingin tau sedikit saja bagaimana kabarmu dan apa yang terjadi padamu. Maka janganlah kamu merasa risih.

2. Saat Ibu terdiam, percayalah kamu adalah orang yang selalu ingin dia dengar.

3. Saat Ibu tidak pernah membantah, percayalah itu karena kamu adalah cintanya.

4. Saat Ibu berkata, "Ibu baik-baik saja", percayalah ada rahasia yang tersimpan didalam hatinya, maka bantulah dia.

5. saat kamu merebahkan kepala ke bahunya, percayalah dia adalah sebuah sarang hangat yang mampu menghilangkan kedinginan.

6. Saat kamu terjatuh, percayalah kedua tangannya akan menyambutmu dengan pelukan hangat.

7. Saat kamu lapar, haus, percayalah orang yang pertama sibuk di dapur menyiapkan segala sesuatu untukmu adalah Ibu.

8. Saat Ibu bilang, " Ibu rindu sekali denganmu, nak " percayalah, langitpun tak akan mampu menjadi batas rindunya kepadamu.

9. Saat Ibu menasehati kamu, percayalah itu kata mutiara yang tak akan pernah kamu dapatkan dari orang lain..

10. Saat Ibu memarahi kamu, percayalah semua itu untuk mendidik kamu supaya kamu bisa menjadi diri yang lebih baik.

11. Saat Ibu meminta kamu menemaninya, percayalah bahwa itu karena kamu adalah orang yang mampu membuat dia merasa nyaman kemanapun dia melangkah, maka janganlah malu untuk menemaninya kemanapun melangkah.

12. Saat Ibu berkata "TIDAK" untuk menunaikan sesuatu permintaan dari kamu, percayalah pada akhirnya kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari apa yang kamu inginkan itu.
Dan dari setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun berlalu, kasih dan sayangnya tak kan pernah berubah tak pernah luntur termakan usia. Doanya akan selalu terucap untukku, kamu, dan kita anaknya, seburuk apapun sifatmu padanya.

Maka dengan penuh ketulusan hatiku dan kamu juga, berdoa untuk Ibu tercinta,.
"Semoga Rahman dan Rahim selalu tercurah untukmu, dan semoga kebahagiaan selalu menyelimuti hari-harimu." Amiin

Kamis, 13 Desember 2012

Be A Stranger

Kalau sudah baca cerita tentang siapa aku, pasti udah tau donk jumlah anggota keluargaku tercinta (kalau belum baca, cari tahu di sini about mee). 
Berapa coba? Ya, bener banget, semuanya berjumlah 6 orang termasuk aku didalamnya.
Melambangkan rukun Iman banget kan tuh, :)

Tapi, ini bukan tentang jumlah angka anggota keluarga. It's all about, apa yang sudah aku lakukan untuk keluarga tercintaku. Kalau diliat dari aktifitasku sehari-hari akhir-akhir ini, rasanya aku benar-benar sedih. Karena aku tidak bisa membantu banyak hal untuk keluargaku. Bukan aku tak peduli, tapi jarangnya aku berada di rumah membuatku kehilangan semua kesempatan berkomunikasi dan mendapatkan informasi terkait keluarga. Bagaimana tidak, pagi-pagi aku harus berangkat kerja, setelah bekerja dilanjutkan dengan kuliah hingga malam. Setelah itu baru aku pulang. Sedangkan saat aku pulang biasanya semua orang di rumah sudah terlelap tidur. Sama sekali tidak ada kesempatan berkomunikasi kan? kecuali di pagi hari, itu pun hanya sebentar.

Kadang aku seperti merasa tidak dianggap, 'menjadi orang asing di rumah sendiri' karena tidak ikut terlibat dalam semua kejadian yang ada. Mungkin itu kesengajaan. Mamah gak mau anaknya yang udah sangat 'sok sibuk' ini dengan segala pikiran dan beban pekerjaan plus kuliah, harus ditambah lagi dengan pikiran lainnya. Terima kasih mah untuk perhatianmu itu. Tapi bukan seperti itu yang aku harapkan, sometimes, I wanna say
"Mah, I'm a part of this family. Don't discriminate me. I wanna know everything about this family."
Ya, sekali lagi aku bagian dari keluarga ini. Keluarga yang aku cintai yang sudah mengisi lembar-lembar kehidupanku sejak aku membuka mata pertama kali hingga saat ini.
"I'm here Mah."

Sayangnya, kehidupan terus berjalan bukan? Aku tidak punya kemampuan untuk mengubah segalanya, maka tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain berdoa. Saat ini, di waktu ini, dengan diketahui oleh-Mu dan kamu semua, aku berdoa . . . dalam hati. Semoga Allah mengabulkan segala permohonanku, Aamiin.

Senin, 10 Desember 2012

Fuel Empty

Punya motor kan? Motor jenis apa? 
Tapi tau Mionk kan? Itu lho, motor matik keluaran Negeri matahari terbit? Tau kan?

Orang bilang motor matik itu borosnya luar biasa. Percaya? Kalau aku seh percaya, soalnya udah kebukti sama motor Mionk kesayanganku. Beli premium Rp 10.000 cepet habis dalam waktu 3 hari, padahal jarak tempuhnya gak jauh-jauh amat, rutenya juga selalu sama. 

Tapi Alhamdulillah-nya neh, walaupun boros si Mionk gak pernah ampe harus didorong segala gara-gara fuel empty a.k.a abis bensin, secara borosnya itu lho. Padahal posisi jarum bensinnya sering banget di bawah tanda merah alias di bawah batas minimal bensin, tapi si Mionk tetep jalan aja tuh sesuai perintah. Mau tahu alasannya kenapa?
Karena pas tau bensinnya si Mionk udah 'ente', dengan penuh dorongan aku tularkan 'semangat jalan' padanya. Lho apa hubungannya?? Aneh kan pastinya, secara si Mionk tuh benda mati yang gak punya perasaan, tapi bisa-bisanya dia tertular semangat jalan dari pengemudinya. Penjelasannya seh simple aja, karena saat memberikan dorongan 'semangat jalan' itu, secara gak langsung kita jadi berpositif thinking. Hal itu bikin kita yakin kalo kita bisa sampai ke tujuan dengan selamat tanpa harus ngedorong-dorong segala.

Tapi apapun penjelasannya, hal ini bukan untuk dijadikan alasan gak ngisiin bensin motor padahal udah hampir kosong lho ya.
But, just try it, if you have the same condition with me. :)

Rabu, 05 Desember 2012

Life's like Diving


Perumpamaan hidup itu seperti saat seorang penyelam mencari sebuah mutiara indah di dasar lautan. Tabung oksigen sebagai umurnya, karena oksigen adalah nyawa saat kita melakukan penyelaman. Keindahan alam bawah laut sebagai cobaannya, karena jika kita terlalu asik dan menikmati keindahan itu, maka oksigen sebagai nyawa kita akan semakin berkurang dan habis sebelum menemukan mutiara itu. Dan mutiara sebagai tujuan hidupnya, karena tujuan utama dari pencari mutiara adalah mutiara itu sendiri. Saat seorang penyelam berhasil menemukan mutiara itu dan berhasil kembali ke daratan, maka kebahagiaan akan diperolehnya.

Begitu juga dengan kehidupan manusia. Ada umur, nyawa, cobaan, kebahagiaan, dan tujuan sama seperti penyelam. Tergantung cara dan jalan yang mana yang akan ditempuh dan diraih oleh manusia itu sendiri.

Jadi pertanyaan mudahnya, "Untuk apa kamu hidup?"

Senin, 26 November 2012

Eh Ujan, Gerimis aje

Akhir-akhir ini, cuaca emang susah ditebak. Pagi-pagi cerah banget, siangnya ujan, trus cerah lagi, sorenya ujan lagi. Gak tanggung-tanggung, malah kadang ujannya Non Stop dari siang sampai malem. Jadi harus selalu siap sedia perlengkapan 'anti hujan'. Sayangnya meskipun udah nyiapin  perlengkapan 'anti hujan' kadang kita malah tetep kena basah juga. Resikonya udah pasti masuk angin, panas-dingin, batuk-pilek, dan jadi galau. 

Galau?? Apa hubungannya??
Biasalah anak muda. Tapi entah dari mana asal-usulnya, hujan itu identik sama G-A-L-A-U alias galau. Mungkin karena saat hujan turun kita jadi terhanyut dalam suasana gemericik air turun di atas genting. Kayak lagu anak-anak itu lho.."Tik..tik..tik..bunyi hujan di atas genting". Jadinya bikin kepikiran sesuatu hal yang sendu-sendu.
Atau mungkin karena air hujan mengekspresikan kesedihan dan kegundahan, ibarat air mata yang jatuh membasahi pipi kalau lagi nangis. (hhmmmm..melow bgt tuh..)
Atau mungkin juga karena hujan biasa jadi pelarian orang-orang yang baru putus cinta atau ditolak pacar. (Kan jadi gak keliatan tuh air matanya karena menyatu dengan air hujan yang 'mengguyur' badan. hehe..)

Tapi apa pun pandangan orang tentang hujan. Satu hal yang perlu diingat, dari hujan memberikan kenikmatan untuk kehidupan, karena makhluk hidup butuh air. Dan dari hujan juga memberikan keburukan akibat manusia terlena dengan kenikmatan itu.
So, tetep jaga kesehatan ya, di tengah cuaca yang gak menentu ini.  

Jumat, 23 November 2012

Anak Bandung 'Gadungan'

Lahir di Bandung, tinggal selama 21 tahun di Bandung, walaupun sempet sekolah di Kota lain yaitu Garut selama 3 tahun, tapi tetep aja ujung-ujungnya balik ke Bandung lagi. Setiap lebaran malah gak pernah mudik, karena semua keluarga ngumpul di Bandung.

Anehnya, udah selama itu tinggal di Bandung, gak pernah bisa bener-bener hafal semua nama jalan-jalan, mall, atau tempat-tempat nongkrong dan seru lainnya yang ada di Bandung. Entah karena emang terlalu banyak atau karena emang aku-nya yang 'gak gaul' ya.

Pernah suatu hari ada acara photo-photo bareng temen-temen kampus di Jonas Jalan Riau Bandung. Aku bareng temen-temenku semua berangkat pakai motor. Namanya juga pakai motor gak bisa kan kalo terus-terusan bareng kaya mau pawai. Akhirnya kita kepencar jadi beberapa rombongan. Aku sendiri jadi kepisah bareng 2 motor temenku lainnya. Orang  yang notabene lahir dan besar di Bandung, harusnya tahu donk ya dimana dan kemana jalan menuju Jonas Riau itu. Jadilah aku yang secara tidak langsung tanpa musyawarah -mufakat ditunjuk sebagai pemimpin jalan. Eh, dasar emang gak pernah ngapalin nama jalan, rombongan yang aku pinmpin itu malah nyasar sampai Gasibu segala. Walhasil, aku diomelin temenku-lah. Masih inget banget tuh kata-katanya sampai saat ini, 
"Lo orang Bandung bukan seh, masa Jalan Riau aja gak tau?".
(hiks,,hiks,,rasanya udah kaya jadi semut yang langsung cari tempat perlindungan dari badai Tornado ditambah hujan salju yang turun berbarengan. Celaka dua kali, udah nyasar dapet bonus omelan gratis. hiks)

Sebenernya sedih dan kecewa juga seh dibilangin kaya gitu, kesannya kaya 'Gadungan' banget, cuma numpang lahir doank gitu di Bandungnya. Padahal gak gitu juga sebenernya, emang dasar dari dulunya aja gak pernah bisa ngapalin jalan. Lah wong kata emak-ku,
"Ngapain harus diapalin segala nama jalan, emang ada pertanyaannya di ujian?"
Hahaha, gak nyambung seh. Tapi pada akhirnya, justru alasan itu-lah yang selalu aku jadikan alibi, kalau tiba-tiba disindir-sindir mengenai nama jalan atau tempat di Bandung tempat kelahiranku ini.

So, kesimpulannya, jangan coba-coba tanya nama tempat atau jalan kepada seorang Aminatus Sa'diyah, kecuali kalo kalian tidak sedang terburu-buru, dan ingin menghabiskan waktu kalian dengan mengelilingi kawasan-kawasan sekitar Bandung. :)

Kamis, 22 November 2012

Tak Lagi Sama

Akhir-akhir ini lagi seneng banget denger salah satu lagu terbarunya grup band eks. Peterpan a.k.a NOAH dari album barunya Seperti Seharusnya.
Tak lagi sama adalah salah satu lagu yang diciptain sama David sang keyboardist selain lagu serparuh aku yang jadi lagu andalan album ini.

Ada 'poison' dari lagu ini, yang bikin aku ngerasa pengen denger dan denger lagi sampai hafal. Mungkin karena emang irama dan komposisinya yang easy listening juga suara vokalisnya yang khas banget.
So, gak perlu lama-lama lagi, dengerin sendiri deh ya lagunya kayak gimana. Plus aku kasih liriknya, biar dengernya lebih asik bisa sambil nyanyi. :)
Download lagunya di link ini. Check this out . . .

NOAH - Tak Lagi Sama

Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain

Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku
 
*Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari

Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku ooh

*Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku

*Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, kau melegakan aku

Rabu, 21 November 2012

'Time Corruption'

Pada dasarnya, semua orang akan bekerja sesuai dengan jalur pendidikan yang sudah ditempuhnya. Misalkan, seseorang yang menempuh pendidikan bidang arsitektur, maka dia akan bekerja sebagai seorang arsitek di suatu perusahaan. Atau jika seseorang belajar ilmu hukum, maka dia akan bekerja menjadi seorang pengacara atau jaksa.

Tak terkecuali juga aku, walaupun pekerjaanku sebenarnya sebagai staf di bagian administrasi, pada akhirnya aku tetap berkutat dengan web, internet, program aplikasi, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan manajemen informatika. Jadi pekerjaanku selain mengurus segala macam hal administrasi dan keuangan, juga mengurusi berbagai informasi dan pengenalan melalui internet. Pekerjaan yang menyenangkan sebenarnya, karena aku menyukai dunia tulis-menulis.

Melakukan banyak hal dalam bekerja diikuti dengan jadwal kuliah sebenarnya cukup menguras pikiran dan energi. Apalagi minggu-minggu ini adalah minggu Ujian Tengah Semester, yang artinya beban pikiran semakin bertambah di bagian otak dan energi semakin berkurang di bagian badan. (bahasanya dosen akuntansi kalo lagi ngomongin Jurnal umum dan buku besar neh,hehehe...). Ya, minggu ini, aku sedang menjalani ujian. Ada 8 mata kuliah yang aku ambil, jadi aku membagi-bagi jadwal ujianku yang juga disesuaikan dengan jadwal kerjaku.

Biasanya, dulu, saat aku kuliah Diploma-3, aku akan mempersiapkan setiap ujian dan assessmentku dengan sebaik-baiknya, belajar dengan giat, rajin berlatih, membuat catatan kecil, sampai begadang. (Hmm.. begadang ya? Buat belajar?  kayanya malah asik nonton deh :D ). Tapi sekarang, berhubung aku kuliah sambil bekerja, aku jadi mencuri-curi waktu di sela-sela pekerjaan. Membaca dan berlatih materi ujian yang akan dihadapi hari itu. Kurang maksimal memang, tapi apa daya. Aku terlalu lelah jika harus belajar sebelum tidur setelah pulang ujian di hari sebelumnya. Karena saat aku sudah benar-benar pulang, hal yang ingin segera aku lakukan adalah tidur, T-I-D-U-R. Jadi mana mampu lagi mata ini diajak kompromi untuk melihat jejeran huruf dalam kata dan kalimat di handout yang aku pegang.

Dan begitulah kebiasan baruku akhir-akhir ini. Tidak baik sebenarnya, mencuri waktu saat tengah bekerja, mungkin bisa dianggap 'korupsi waktu' juga kali ya. (padahal nulis blog ini aja udah termasuk 'korupsi waktu', hehehe..) Tapi, ternyata itu tidak menjadi masalah, atasanku sudah memakluminya, bahkan dia tetap mendukungku agar mampu melanjutkan pendidikan untuk mencapai hasil yang baik. Beribu-ribu terima kasih untuk beliau, "Arigatou Gozaimasu".

Selasa, 20 November 2012

This is My Way

Lama tak menulis di blog ini, sejak sebelumnya berpusing-pusing, bergulat dengan Proyek Akhir dan berperang dalam Sidang Akhir yang menentukan nasib kelulusanku. Dan pada akhirnya, berkat segala upaya, peluh dan kesah, disertai dukungan dan doa dari semua pihak, gelar A.md Manajemen Informatika pun berhasil diraih.
(hueleh..penggambaran kondisi yang terlalu didramatisir, efek dari keseringan nonton film-film romance kali ya..hahaha) Sambil menarik nafas panjang, menghembuskannya, dan berkata Alhamdulillahirobbil'alamin.

Kini, setelah langkah panjang Diploma-3 terlewati, maka usaha untuk membuka gerbang selanjutnya pun dimulai. Diawali dengan melanjutkan kembali kuliah sarjana di salah satu perguruan tinggi, aku mencoba menemukan kunci gerbang berikutnya. Dan karena kelas perkuliahan yang aku ambil adalah kelas sore, yang berarti tidak ada kegiatan bagiku di pagi hari sampai sore saat waktunya kuliah, maka aku mulai berpikir banyak hal,
apa yang akan aku lakukan? 
haruskah aku hanya diam di rumah? hanya menunggu?
atau mungkin haruskah aku mencari pekerjaan?

Dan jawaban yang aku pilih adalah mencari pekerjaan. Maka tak henti aku mencoba membuat lamaran, mencoba melamar dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain.

Pertanyaan selanjutnya, pekerjaan mana yang akan aku pilih, atau justru pekerjaan mana yang akan memilihku?
Tidak ada jawaban yang bisa menjawab pertanyaan itu, karena banyak hal termasuk jodoh, rizky, kematian yang tidak bisa ditebak oleh seorang makhluk manapun atas segala keputusan-Nya. Aku pun tetap menunggu pada akhirnya, sambil tak henti berdoa tentu saja.

Dan sekarang di sela-sela aktivitasku di tempat kerja, aku ingin membagi kebahagiaanku dengan memberitahu bahwa aku sudah bekerja.
Ya, sekali lagi "Aku sudah bekerja..Yeeeeyyyy...Hhhoooorrraaayyyy"
Benar-benar Puji dan Syukurku atas segala Rahmat Tuhan-ku yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aku menemukan kunci yang lain untuk membuka gerbang hidupku selanjutnya.

Maka setahap demi setahap, aku menjalani dua aktivitas rutinku sekaligus, bekerja dan kuliah. Semoga Allah selalu menjaga dan melindungiku.
Tapi ada satu pertanyaan penting lagi saat ini, pertanyaannya, gerbang yang mana sebenarnya yang harus aku buka???

Senin, 04 Juni 2012

The Power of The Words


Apalah arti sebuh kata.

Ya, kalimat itulah yang sering orang-orang pikirkan saat sedang mendengarkan nasihat atau saran dari orang lain. Dan tanpa berpikir panjang lagi, lalu melupakan kata-kata yang telah diucapkan orang lain tersebut, padahal mungkin saja kata-kata yang seseorang ucapkan pada kita, entah dari seorang ibu, ayah, kakak,aAdik, kakek, nenek, saudara, sahabat, pacar, suami, istri, anak, teman, atau bahkan musuh sekalipun merupakan sebuah kebaikan untuk diri kita. Namun, memang karena rasa egoisme diri yang amat besar sering membuat kita enggan untuk peduli, I don’t care-lah.

Berdasarkan beberapa kebetulan yang menjadi kenyataan mengungkapkan bahwa sebuah kata yang seseorang ucapkan pada orang lain bisa menjadi sebuah doa yang  entah baik atau buruk, cepat atau lambat menjadi kenyataan pada orang tersebut. Misalkan gini, Atena adalah sahabat baik seorang Hercules (hehe, gak ada maksud untuk mencemarkan nama baik dewa Yunani lho ya..), saat Hercules menghancurkan hati Atena, kemudian sang Atena mengatakan, “Terkutuk kamu, aku tidak akan pernah memaafkanmu, pasti suatu saat kau akan mendapatkan balasannya.” Kemudian beberapa waktu selanjutnya Hercules pun mendapatkan kejadian yang sama dengan apa yang sebelumnya pernah dia lakukan kepada Atena. Begitu, gimana? Cukup dimengerti? Ya, bener banget,  mirip-miriplah sama cerita Malin Kundang anak yang durhaka pada ibunya, atau buat para muda-mudi biasanya dibilang hukum karma kali ya. 

Tapi, bukan hanya dalam keburukan saja terdapatnya sebuah kekuatan dari kata-kata itu, tapi dalam hal kebaikan juga. Seperti saat seorang anak memohon doa untuk kelancaran ujiannya kepada sang Ibu, dan si Ibu mengatakan, “Insya Allah, kamu dimudahkan dalam ujianmu.” Maka kata-kata itulah yang sebenarnya membuat sang anak juga menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi ujiannya. Kadang kita menganggap remeh perkataan seseorang pada kita, karena memang kita sendiri selalu meremehkan kata-kata yang kita ucapkan sendiri. Tanpa disadari kita sering mengatakan “Dasar bego lu” pada teman kita, asalkan kamu tahu, bahwa kata-kata itu sedikit banyak dapat merubah sikap temanmu ke arah ucapanmu itu.  Jadi jangan salahkan temanmu yang sudah “lemot” menjadi lebih lemot lagi karena kamu juga sering memanggilnya si ”lemot”.

Saat seseorang mengatakan “Aku cinta padamu”, bukankah kata-kata itu membuat kamu merasa berbeda? Atau saat kamu tengah berputus asa, kemudian seseorang mengatakan kepadamu “Semangat, Cheers Up”, tidakkah kamu merasa kekuatanmu seolah bertambah, walaupun sedikit? Atau pada saat kamu tengah berbahagia karena nilai ujianmu sempurna, kemudian ada orang yang mengatakan “Ah, paling itu hasil nyontek”, pasti perasaanmu jadi berubah bukan? Atau mungkin saat kamu sedang kesal sekali pada seseorang, kemudian orang itu mengatakan “Maaf”, apakah kamu masih akan tetap marah padanya?
Ya begitulah, the power of the words, ucapan yang hanya terdengar sederhana, namun ternyata memiliki kekuatan dahsyat dan sempurna di dalamnya tergantung dari sisi mana kita memaknainya. Dan saat orang tua ku mengatakan bahwa “Nanti kita semua nganterin teteh pas udah lulus”, maka kata-kata itu juga menyihirku dan memberiku secercah harapan, bahwa aku pasti bisa melaluinya.

Jadi, setelah tahu bagaimana kuatnya sebuah kata-kata yang diucapkan terutama dari mulut kita sendiri, masihkan tidak mau peduli lagi dengan apa yang akan menjadi kenyataan selanjutnya atas ucapkan kita? Berpikirlah sebelumnya, sebelum kamu mengatakannya, sebelum menjadi kenyataan, dan sebelum akhirnya kamu menyesali perkataanmu sendiri di kemudian hari.

Karena mulutmu harimau-mu.

Kamis, 31 Mei 2012

"Raining" Away

Menunggu itu adalah hal yang paling membosankan, apalagi kalo harus nunggu sendirian gak ada temen, bengong aja bisanya (untung masih siang jadi makhluk-makhluk gaib belom pada menunjukkan batang hidungnya,hihi). Dan menunggu ku kali ini agaknya sedikit berbeda dari biasanya, kenapa?? Karena setelah "membabat" habis soal-soal assessment dan kejebak hujan di kampus "tercinta" ini, aku memutuskan untuk sekedar "mencuci mata" di perpustakaan (yah kali-kali bisa dapat ilmu dapet rizky lain juga disitu). 
Aku memilih tempat duduk dekat jendela yang menghadap langsung ke jalanan di depan kampus Politeknik Telkom, yang nampaknya menjadi sepi karena derasnya "sang pembawa berkah" alias air hujan. Senang rasanya melihat pemandangan dari sudut pandang ini dalam suasana hujan, dimana air mengalir dijendela di luar sana --ya, iya lah di luar, kalo di dalem mah kebocoran namanya :)-- yang rasanya terasa segar, adem, dingin, --semoga gak ampe ngebayangin minuman-minuman dingin macam es doger, es campur, es coret atau es-es lainnya ya--. Ya, melihat suasana hujan kali ini membuat "menunggu"ku menjadi tidak boring lagi. Walaupun pada kenyataannya masih aja duduk bengong sendirian kaya "sapi bego" (daripada sapi gila, antraks dong.)

Beberapa menit kemudian, setelah Sang Pemberi Berkah merasa bahwa tanah ini sudah cukup diberkahi, maka di"setop"lah ia untuk menetes. Dan semua orang kembali "berseliweran" kesana kemari, melakukan segala macam aktivitas mereka yang mungkin sedikit tertunda karena kehadiran"nya". Pemandangan pun menjadi ramai lagi, ada yang membawa motor sendirian sambil kebut-kebutan karena mungkin takut ujan lagi, ada yang berjalan santai sambil bawa payung (kalo bawa paku gak guna juga kan?), ada juga yang berjalan sambil sedikit berlari sedikit marathon karena gak bawa payung (hahaha, lagi buru-buru atau mau kabur gara-gara disangka maling tuh...) Ya, segala macam tingkah laku mereka setelah hujan reda memang berbeda daripada saat hujan tadi. Dan perbedaan kondisi dari sebelum dan sesudah turun hujan itulah yang membuatku begitu tertarik. Segalanya berubah.

Yes. Life will always change, me too.

Berkaca dari berbagai pengalaman yang pernah dialami di kehidupan sebelum-sebelumnya (emang sekarang ada dikehidupan mana ya gue?!? @_@) aku sudah belajar banyak hal. Dan pelajaran dari pengalaman itulah yang sejatinya membuat aku selalu berubah, dari mulai berubah cara pandang terhadap sesuatu hal, berubah cara berpikir, berubah dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, berubah dalam cara belajar menghadapi ujian, dan berubah-berubah lainnya yang membuatku merasa nyaman dengan kehidupan dan lingkungan yang ada di sekitarku. Tapi ada satu hal yang gak pernah berubah adalah aku gak pernah berubah jadi orang lain, still be myself, dengan segala kurang dan lebihnya seorang Aminatus Sadiyah.

Maka sejak "raining" hingga "raining away", aku bersyukur, bahwa aku masih bisa menikmati segala hal yang Sang Pencipta berikan kepada umat-Nya untuk disyukuri. Ya, aku bersyukur atas nama Sang Maha Kuasa, untuk segala Rahman dan Rahim-Nya, aku masih bisa menikmati hujan kali ini.

Rabu, 30 Mei 2012

Japan Oh Japan . .


Preparing about all I need to have the registration of MEXT Scholarship bener-bener bikin deg-degan setengah mati. Padahal masih baru persiapan doang. Rasanya udah kayak bener-bener mau berangkat ke sana besok juga. Tapi justru bukannya hasil yang dapat kita petik nantinya bercermin dari bagaimana langkah awal kita memulainya. Jadi bagaimanapun gugupnya aku, aku harus tetap dan terus berusaha kan?Dan dengan semangat kompilasi 1945, GANBATTE dan Bismillah. I believe I can fly, llhhooo kok?!?, maksudnya I believe I can do this.

MEXT Scholarship atau juga biasa disebut Monbukagakusho Scholarship adalah salah satu beasiswa hasil kerjasama antara pemerintah Jepang dan Indonesia selama beberapa tahun terakhir bagi para lulusan High School yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, atau para researcher menuju S2 atau S3 secara gratis sesuai syarat dan ketentuan berlaku. (hoalah udah kayak iklan-iklan di-“tipi” aja tuh ya..hihihi ^_^) Tentunya, asal kan si-“applicant” mampu mempertahankan prestasi di bidangnya nanti saat menjalani perkuliahan, maka beasiswa itu akan terus mengalir, begitu pula sebaliknya.

Maka disinilah aku, yang selalu menimbang-nimbang (tapi gak sampai harus pake timbangan beras segala kali ya,hehe), bisakah aku menghadapinya? Bisa gak ya ngejalanin setiap harinya di sana? Susah gak ya kuliahnya? Cara ngomongnya gimana? Musim dinginnya kayak apa? Dingin banget gak ya kayak kutub? Harus bawa apa aja nanti? Ntar disana makan apa ya? Makan ikan mentah??? Hiiiii,,seremm T_T. Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berkecamuk dalam pikiranku sendiri tanpa tahu apa jawabannya. Tapi dengan sedikit sisa semangat kompilasi 1945, GANBATTE dan Bismillah. Kembali , I believe I can do this, all of this.
Walaupun perjalanan menuju Japan, Nippon, Nihon masih sangaaaatttt puuuaaanjaaaang. Dengan restu dan ridho orang tua, aku akan berusaha melakukan yang terbaik.

So, Japan, wait for me. I will coming as soon as I can.

I was Died

Betapa takut dan terkejutnya aku saat terbangun pagi-pagi buta, karena terusik oleh sebuah mimpi dalam mimpiku yang lain. Yeah, I have a dream when the last night. Mimpi yang gak bisa dibilang nightmare, tapi gak bisa disebut sweat dream juga. Pertengahan di antara keduanya, walaupun sebenarnya itu shock me. In my dream of the other dream, I’m die by some accident, I don’t know what the accident, yang jelas ada hubungannya dengan air dan kura-kura.

nightmare
Dalam mimpi itu, setelah kecalakaan yang aku alami aku banyak terluka, all of my body are so bloody. Even, I can taste and smell of the blood, I can feel how the hurt on my skin, how my blood out of my body and I can see how my family, Mamah, Bapak, dan Aa so sad and very shock ngeliat kondisiku yang terluka sangat teramat parah seperti itu. But, something I remember, when I feel all of those are real, I was so happy. Aku tersenyum mendapati tubuhku terbaring di lantai dengan darah yang “masih berceceran” di sekitar tubuhku, I’m still smile.

“Please, jangan pergi, jangan pergi kemana-mana, teteh pasti baik-baik aja kok.” Itu kata-kata Aa saat melihat aku semakin lemah.

And then, dengan senyum termanis yang aku tahu aku tak pernah tersenyum semanis itu, terkembang di wajahku, aku bilang, “Don’t worry, I will be fine.”

Padahal saat itu aku tahu, waktu itu, detik itu juga, I will go back to My Lord, My Creator and never come back again. Terdengar dengan lembut di samping telingaku, ada kalimat “La ilaha illallah”, dikumandangkan. Aku ingin mengucapkannya, tapi tepat saat itu, ternyata Allah harus menyadarkanku kembali pada kenyataan yang sebenarnya. That’s just a dream.

Yeah, once more again, That’s just a dream.

Mimpi yang seolah menamparku, “menodongku”, mengingatkanku, bahwa mungkin aku lupa akan hadirnya Malaikat Izroil Sang pencabut nyawa, yang selalu mengikutiku dan siap kapan saja mengambil nyawaku, rohku, jiwaku yang terbalut tubuh penuh dosa ini tanpa aku ketahui kapan, dimana, bagaimana, dan sedikitpun aku tidak bisa mempersiapkan diri.

Sooner or later, now or future, ready or not, death will always follow me.

Dan saat aku benar-benar sadar masih berada dalam dunia nyata di alam dimana aku dilahirkan, dengan segera aku berwudhu, memakai mukena, dan kemudian terhanyut dalam dialogku bersama-Nya, dalam lantunan ayat-ayat Al-Quran, dan bait-bait doa yang aku panjatkan pada-Nya. Memohon ampunan atas segala kekhilafan yang telah aku lakukan selama masa hidupku.
“Allah, aku lalai, aku hina, tetapi tidak ada yang dapat menerima ampunanku selain Engkau Ya Gaffar, maka ampunilah aku, hamba-Mu.”

And then now, I’m still alive and live following all of the guidelines that Allah given  to me.

Selasa, 29 Mei 2012

My Diary is IMPORTANT.


Tahukah kamu apakah Diary itu?

Weits, salah banget kalo bilang itu nama sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus dalam makanan alias diare atau disentri. 

Masih salah juga kalo bilang itu nama salah satu merk fashion yang kini lagi digandrungi para muda-mudi.

Diary itu adalah tempat curhat seseorang tentang perasaannya atau pengalaman yang dialaminya suatu hari dan dituliskan dalam sebuah catatan rahasia, biasanya berupa diary book. Tapi seiring perkembangan zaman dan teknologi, terkadang seseorang akan mencurahkan perasaannya melalui jejaring sosial, seperti twitter, facebook, bahkan blog. Yeah, It’s real, walaupun cuma menuangkan beberapa kata singkat tapi itu bisa dikatakan diary lho, karena sang penulis sedang mencurahkan isi hati atau pikirannya itu ke dalam sebuah tulisan walaupun sifatnya menjadi tidak rahasia lagi. 

Dan tahukah kamu seberapa pentingnya Diary itu bagi seseorang?

Mungkin untuk beberapa orang termasuk di dalamnya “para makhluk yang berasal dari planet Mars”, tidak pernah merasa peduli dengan apa itu yang disebut Diary, walaupun secara gak langsung mereka juga sudah memiliki Diary itu dengan dibuatnya account jejaring sosial. Tapi berdasarkan beberapa pengamatan, tidak sedikit orang yang justru dengan Diary yang selalu mereka isi dengan berbagai tulisan melahirkan sebuah karya luar biasa yang akan terbentuk dalam karya seperti Buku-buku best seller, baik novel maupun kisah inspiratif para tokoh. Bukankah sebelumnya, rancangan atau ide pembuatan dari karya tersebut dituangkan dulu dalam sebuah catatan kecil “rahasia”? Nah, itu juga dapat dikatakan Diary bukan?
Berdasarkan pengalaman pribadi, Diary menjadi begitu berharga saat suatu hari kita membaca kembali isi dari Diary itu sendiri setelah beberapa waktu tidak membukanya. Misalnya, saat dulu waktu SMP biasa menulis Diary, tapi tiba-tiba diary itu hilang, dan sekarang setelah beberapa waktu lamanya Diary itu ditemukan, betapa berartinya kisah yang tertuang didalamnya. Menyadari bahwa that’s not lier and that’s true, you’re. Akan menjadi sangat menyedihkan dan menyenangkan jika mengingat kembali kejadian-kejadian yang terjadi pada saat itu. And sometime, we will learn about something in the past. Dan itu adalah sebuah pelajaran hidup yang sebenarnya sudah terlupakan.

So, masih gak mau ngaku kalau kalian punya Diary?
Atau masih “ogah” buat mengakui bahwa Diary itu penting?
Come on, Let’s try it. Then you will found out yourself.

Masihkah Sahabat . . ?


Adakalanya kita mengingankan seseorang yang bisa selalu bersama dengan kita saat suka dan duka, saat lagi marah, bad mood, “gila”, anytime, bahkan kalau bisa dia bisa ikut menangis tersedu-sedu bersama saat aku merasa sedih dan ikut tertawa ngakak bersama saat bahagia (gak nyeni juga kan kalo disangka gila gara-gara ngakak sendirian,hehe). Dan sepertinya bukan seseorang seperti pacar atau kekasih atau soulmate-lah ya kerennya, yang lebih tepat untuk menjadi seseorang seperti dia yang kita inginkan itu, melainkan seorang sahabat setia yang mau saling berbagi. Did you agree with me? Yeah, cemmon guys, it’s not because I’m still single, but, buatku sahabat bisa lebih tinggi derajatnya dibandingkan pacar. Bukannya sok-sokan gimana gitu, but it’s true. Walaupun, of course, tingginya derajat disini masih dibawah Kekasih-ku yang Maha Sejati dan Setia, dan juga di bawah rasa cintaku pada keluarga.
Tapi untuk saat ini, dia lah yang sebenarnya aku butuhkan. Seorang Sahabat. Walaupun pernah dibuat sakit hati, dicampakkan, dikhianati, dikecewakan, dan di-di lainnya yang agak-agaknya berbau “negatif” itu, aku masih tetap bersifat it’s OK.

 life will always walk away, riitte???? 

So, gak perlu lah ya merasa hopeless atau speachless atas tragedi buruk yang sedang menimpa kita dengan dia. Bahkan Tuhan pun tahu bahwa hamba-Nya sedang butuh “pelajaran tambahan”, maka diberikanlah pelajaran hati dan penuh hikmah itu, untuk terus disyukuri dan diikhlaskan dengan penuh kerendahan hati dan lapang dada. (hueh, bahasa’e beuraattt euuiii..)

Mengutip kalimat dari pengalaman seseorang “Life is about learning”.

Maka biarlah pengalaman itu menjadi bumbu-bumbu pahit yang harus dijadikan pelajaran agak tidak menjadi pahit lagi dikemudian hari. Bosen juga kan nanti kalo pahit terus? Yeah, sekali-kali dibikin manis, asem, asin, kayak nano-nano biar lebih seru. And, actually, bukan hanya tragedi “negatif” itu aja yang pernah aku alami memang, banyak hal juga yang kenyataannya berasa manis kaya gulali. Dan memang itulah sebenarnya arti dari persahabatan bukan? 

Sweat or bitter must feel together. So, masihkah sahabat.. if I know who you are and you know who I am? Can we are still together..