Sabtu, 14 Januari 2012

Jakarta Oh Jakarta

Sudah lama sekali aku tak pernah menginjakkan kaki ke kota ini semenjak terakhir mengunjunginya kira-kira 4 sampai 5 tahun yang lalu saat liburan bersama temen-teman SMA. Ya, siapa sih yang tidak tahu pusat kota pemerintahan Indonesia, jadi ya sudah pasti Jakarta jawabannya. Tiba-tiba saja aku mendapat tawaran dadakan untuk mengikuti sebuah pertemuan di Jakarta bareng temen kuliah dan itu menjadi hal yang benar-benar perlu dipikir extra. Betapa tidak, setelah sekian lama tidak mengunjungi Ibukota negara ini, kesempatan itu akhirnya datang juga. Rasanya aku ingin sekali cepat bersua dengannya. Maka berangkatlah aku bersama temanku menuju kesana pada hari Rabu, 11 Januari 2012. Awal tahun baru 2012 yang menyenangkan pikirku kala itu. 
Launching website bisnisgoonline.co.id



Menjejakkan kaki pertama kali di kota Jakarta membuatku tidak se-excited saat awal kepergianku ke sana. Aku merasa seperti berada di tempat asing yang luar biasa. Seperti orang kampung masuk kota, pandangan mataku melihat berkeliling seolah-olah aku katro, jadoel, atau apapun istilah yang orang-orang pakai untuk menggambarkan keterkejutankku kala itu. Namun selanjutnya, aku pun tak merasa heran lagi. Bagaimanapun, Jakarta adalah ibukota Indonesia yang kini sudah sangat berubah jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Semakin berkembang tentu saja. Betapa Jakarta menjadi kota yang sangat metropolitan, dimana hanya tampak gedung-gedung pencakar langit dan kemacetan panjang sejauh mata memandang. 
Keterkejutanku berlanjut, saat aku harus menghadiri pertemuan di gedung BEJ tower 2. Ya, aku masih ingat nama tempat itu, tidak mungkin kulupakan sepertinya. Gedung yang entah terdiri dari berapa lantai, karena termasuk salah satu yang tertinggi. Interior dalamnya berbeda, begitu mewah dan terasa asing. Aku jadi merasa kikuk tak tahu apa-apa. Orang-orang yang hiruk pikuk entah warga lokal atau asing sibuk dengan urusannya masing-masing, hilir mudik ke sana kemari dengan wajah-wajahnya yang begitu serius mengingatkanku pada kehidupan di film-film hollywood yang pernah ku tonton. Sungguh berada di negeri sendiri seperti layaknya berada di luar negeri yang tidak ku kenal. Aku merasa minder tentu saja. Apa yang sudah terjadi di sini sebenarnya?
Banyak pikiran berkecamuk di kepalaku. Namun, tidak terlintas sedikitpun dalam benakku untuk mendapatkan pekerjaan di kota ini. Tidak pekerjaan ataupun pendidikan selanjutnya. Aku benar-benar tidak tertarik. Jakarta begitu asing di mata, pikiran, dan hatiku. Banyaknya populasi warga pendatang yang tinggal disana menambah kepadatan pusat kota pemerintahan itu menjadi semakin padat dan metropolis. Dimana-mana orang pergi naik taksi dari jenis yang reguler hingga eksekutif. Begitu mewah, begitu tidak sesuai dengan kesederhanaan masyarakat asli Indonesia sebenarnya. Aku kehilangan jati diri berlama-lama disana.
Namun apalah mau di kata, mungkin memang seperti itulah seharusnya kondisi sebuah pusat kota pemerintahan. Dengan segala pernak-pernik kebutuhan yang terbaru, canggih, mewah dan luar biasa, dengan harga kehidupan pun yang lebih mahal daripada tempat yang lain. Aku rindu Jakarta yang dulu walaupun aku bukan seseorang yang terlahir di sana. 
Jakarta Oh Jakarta, dulu hingga sekarang akan selalu berubah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar