I Love You, Mamah

OMG, ampir aja lupa sama hari spesial ini. Yups, tepat ditanggal 2, bulan Februari 51 tahun yang lalu, mamahku tercinta dan tersayang dilahirkan. 51 tahun bukan usia yang muda lagi bukan, hehehe, tapi sepertinya mamahku yang satu ini masih bersemangat dan berjiwa muda saja. Tak pernah kenal lelah, dan tetap menikmati pekerjaannya sebagai Bidan selain tentu saja menjadi Ibu rumah tangga yang baik hati. :)
Mungkin gak ada hal spesial yang bisa aku berikan buat mamah, soalnya saat beberapa hari yang lalu aku bertanya apa keinginan mamah dariku, dia hanya menjawab "Mamah cuma pengen hati teteh aja.". Saat kalimat itu diucapkan, tentu saja pikiranku jadi aneh, mamah pengen hatiku, berarti aku harus mati dulu dong? Tapi tentu saja bukan itu maksudnya, dia hanya ingin agar aku lebih mendahulukan urusan keluarga dibanding yang lain. Lebih mengutamakan kebahagiaan kedua orangtuaku dibandingkan kebahagiaan lainnya. Karena benar adanya perkataan Rasulullah SAW, bahwa "surga di bawah telapak kaki ibu". Jika mamah meridhoi apa yang aku lakukan, maka kebahagiaan, kemudahan dan kelancaran pasti akan menyelimuti setiap urusanku, tapi jika mamah tidak meridhoinya, maka bersiaplah untuk hal buruk yang munkin akan menimpaku. Jadi saat mamah mengatakan seperti itu, aku sungguh terharu, tidak ada yang bisa menggantikan ketulusan hati seorang mamah.
Rumah Makan Manjabal, 6 September 2011
Janjiku untuk kebahagiaanmu sejak itu,
sejak aku mulai bernafas dengan kelegaan.
Janjiku untuk ketulusanmu saat itu,
saat aku mulai merasakan pengorbananmu.
Janjiku untuk selalu berada disampingmu waktu itu,
waktu aku mulai menangis di hangatnya pelukmu.
Janjiku untuk melindungimu setiap waktu,
setiap doa yang kau panjatkan untukku siang malam.
Janjiku untuk selalu mencintaimu sampai nanti,
sampai aku memejamkan mata bersama maafmu.
Untukmu mamah, aku berjanji dengan sepenuh hati,
aku anakmu mencintaimu dan berusaha menjadi yang terbaik bagimu.
Semoga Allah selalu melimpahkan segala Rahmat, Karunia, dan Rizky-Nya untukmu.
I Love U mamah...

Komentar

  1. berusaha lah menjadikan semua janji itu menjadi pengikat kata yang tak pernah terhindari...
    janji adalah sebuah kehormatan...
    terus genggam kedua tangan orang tua mu selagi kamu bisa memeluknya dan dipeluknya...
    jadilah yang terbaik bagi mereka !

    sebelum kita tak bisa lagi merasakan pelukan dan gengaman kedua tangannya

    BalasHapus
  2. makasih ya.
    insya Allah semua bisa ditepati. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Resep Bunda Catering Bandung

OVERLOAD != 'Kelebihan beban'

Berawal Dari Keahliannya dalam PERTANIAN