Jumat, 04 November 2011

The Beauty of 'IBADAH' in the month Djulhijjah

     Satu ibadah diantara banyak ibadah sunnah yang diperintahkan untuk dikerjakan oleh umat Muslim adalah shaum. Shaum sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad cukup banyak, seperti dalam sebuah hadits disebutkan :
". . . Umar bertanya lagi, wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang orang yang shaum sehari dan berbuka sehari? Jawab Rasul, itu adalah shaumnya Nabi Daud as. Umar bertanya lagi, wahai Nabi Allah, bagaimana pendapatmu tentang orang yang shaum pada hari Arofah? Jawab Nabi, shaum itu dapat menghapus (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Umar bertanya lagi, bagaimana pendapatmu tentang orang yang shaum 3 hari setiap bulannya? Jawab Nabi, itu seperti shaum sepanjang masa. Umar bertanya lagi, bagaimana pendapatmu tentang orang yang shaum pada hari 'Asyuro? Jawab Nabi, shaum itu dapat menghapus (dosa) selama setahun. Umar bertanya lagi, wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang orang yang shaum pada hari Senin? Jawab Nabi, itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku mendapat wahyu untuk menjadi Nabi. "

    Shaum 'Arofah adalah salah satu shaum sunnah yang dilaksanakan pada bulan Djulhijjah setiap tahunnya pada tanggal 9 Djulhijjah. Pahala melaksanakan shaum 'Arafah berdasarkan sabda Nabi adalah dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dengan catatan, dosa-dosa tersebut akan diampuni jika dosa-dosa besar lainnya tidak dilakukan lagi. Artinya, jika shaum sunnah dikerjakan namun perbuatan dosa tetap dilakukan, maka kesempatan untuk diampuni dosa itu akan semakin kecil atau bahkan hilang sama sekali. 

      Shaum Arafah itu dilaksanakan tepat1 hari sebelum umat Muslim melaksanakan Idul Adha. Idul Adha atau biasa juga disebut Idul Qurban merupakan hari yang istimewa dibandingkan dengan hari-hari lainnya, bahkan lebih istimewa dibandingkan Idul Fittri. Karena pada pelaksanaan Idul Adha juga berbarengan dengan pelaksanaan ibadah Haji yang merupakan salah satu rukun Islam yang ke-5. Dimana para jamaah haji sedang melaksanakan Wukuf di Arafah. Ibadah haji dan Qurban, adalah ibadah yang sangat ditekankan untuk dilaksanakan bagi mereka yang sudah mampu. Namun biasanya ibadah Qurban lebih mudah pelaksanaannya dibandingkan dengan Haji karena dilihat dari biaya yang dikeluarkannya. Sehingga, sangat disayangkan jika saat secara materi kita mampu berqurban, tetapi malah tidak berqurban. Bahkan Rasulullah sangat mengecam orang-orang yang mampu berqurban, namun tidak berqurban.

    
    Nah, terkait dengan ibadah di bulan Djulhijjah, terapat beberapa rangkaian ibadah yang perlu diperhatikan oleh umat Muslim, diantaranya :
  • pada tanggal 9 Djulhijjah, sangat dianjurkan untuk melaksanakan shaum 'Arafah seperti yang dijelaskan sebelumnya.
  • sejak shubuh tanggal 9 Djulhijjah sampai ashar tanggal 13 Djulhijjah, sangat dianjurkan untuk bertakbir, baik secara individu maupun secara kelompok, baik di rumah, di masjid, maupun di tempat lainnya.
  • tanggal 11 sampai 13 Djulhijjah atau biasa disebut hari Tasyrik, diharamkan untuk melaksanakan shaum.
  • pada tanggal 10 Djulhijjah (Hari Raya Idul Adha), sejak shubuh dianjurkan shaum sampai selesai shalat 'Ied. Artinya, jika sudah selesai shalat Idul Adha diwajibkan untuk berbuka, baik makan, minum, dan sebagainya. Inilah yang membedakan Idul Adha dengan Idul Fittri, dimana saat Idul Fittri diharuskan untuk berbuka saat sebelum shalat 'Ied.
  • penyembelihan hewan qurban tidak harus dilaksanakan pada hari Idul Adha, tetapi boleh juga dilaksanakan pada tanggal 11, 12, hingga 13 Djulhijjah tepatnya sampai waktu ashar pada tanggal 13 Djulhijjah.
  • bagi yang berqurban, sejak tanggal 1 Djulhijjah sampai hari penyembelihan, dianjurkan untuk tidak memotong kuku dan berbagai jenis rambut. Tapi kalaupun memotong kuku dan rambut pada hari-hari itu, baik disengaja ataupun lupa, itu tidak membatalkan ibadah qurban, karena hal itu bukan syarat dari berqurban.
     Itulah beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami oleh umat Muslim mengenai Idul Adha. Dan sebagai pengikut Rasulullah SAW yang setia, tentu berbagai amalan sunnah tersebut harus dilaksanakan dengan penuh semangat keikhlasan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Bismillahirrahmanirrahim...





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar