Harajuku, name of the place or the style?

Siapa yang tidak mengenal dengan Harajuku yang identik dengan Jepang, di kalangan anak-anak muda di Indonesia sendiri Harajuku merupakan sebuah gaya yang sangat populer saat ini. Namun apakah Harajuku sendiri merupakan nama sebuah gaya atau justru merupakan nama sebuah kawasan di Jepang?

Gerbang Harajuku merupakan titik awal jalan setapak Meiji Jingu, kuil yang menjadi saksi  sejarah periode Meiji 
Harajuku (原宿?) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji.

Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Kōshū. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung.

Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelahKuil Meiji didirikan.

Daerah Harajuku meruapakan perkawinan budaya tradisional dan modern. Di sebelah kanan, di daerah Yoyogi menampilkan unsur tradisional dan di sebelah kiri menampilkan unsur modern mulai dari makanan dan gaya hidupnya

Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku menjadi tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku dan Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Hingga hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku.

Dengan begitu, Harajuku sebenarnya merupakan nama sebuah kawasan yang terdapat di Tokyo, Jepang yang berdasarkan perkembangannya banyak gaya-gaya baru yang tercipta di kawasan tersebut, terutama karena kawasan Harajuku merupakan kawasan tempat nongkrong anak-anak muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Resep Bunda Catering Bandung

OVERLOAD != 'Kelebihan beban'

Berawal Dari Keahliannya dalam PERTANIAN