Selasa, 29 Mei 2012

My Diary is IMPORTANT.


Tahukah kamu apakah Diary itu?

Weits, salah banget kalo bilang itu nama sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus dalam makanan alias diare atau disentri. 

Masih salah juga kalo bilang itu nama salah satu merk fashion yang kini lagi digandrungi para muda-mudi.

Diary itu adalah tempat curhat seseorang tentang perasaannya atau pengalaman yang dialaminya suatu hari dan dituliskan dalam sebuah catatan rahasia, biasanya berupa diary book. Tapi seiring perkembangan zaman dan teknologi, terkadang seseorang akan mencurahkan perasaannya melalui jejaring sosial, seperti twitter, facebook, bahkan blog. Yeah, It’s real, walaupun cuma menuangkan beberapa kata singkat tapi itu bisa dikatakan diary lho, karena sang penulis sedang mencurahkan isi hati atau pikirannya itu ke dalam sebuah tulisan walaupun sifatnya menjadi tidak rahasia lagi. 

Dan tahukah kamu seberapa pentingnya Diary itu bagi seseorang?

Mungkin untuk beberapa orang termasuk di dalamnya “para makhluk yang berasal dari planet Mars”, tidak pernah merasa peduli dengan apa itu yang disebut Diary, walaupun secara gak langsung mereka juga sudah memiliki Diary itu dengan dibuatnya account jejaring sosial. Tapi berdasarkan beberapa pengamatan, tidak sedikit orang yang justru dengan Diary yang selalu mereka isi dengan berbagai tulisan melahirkan sebuah karya luar biasa yang akan terbentuk dalam karya seperti Buku-buku best seller, baik novel maupun kisah inspiratif para tokoh. Bukankah sebelumnya, rancangan atau ide pembuatan dari karya tersebut dituangkan dulu dalam sebuah catatan kecil “rahasia”? Nah, itu juga dapat dikatakan Diary bukan?
Berdasarkan pengalaman pribadi, Diary menjadi begitu berharga saat suatu hari kita membaca kembali isi dari Diary itu sendiri setelah beberapa waktu tidak membukanya. Misalnya, saat dulu waktu SMP biasa menulis Diary, tapi tiba-tiba diary itu hilang, dan sekarang setelah beberapa waktu lamanya Diary itu ditemukan, betapa berartinya kisah yang tertuang didalamnya. Menyadari bahwa that’s not lier and that’s true, you’re. Akan menjadi sangat menyedihkan dan menyenangkan jika mengingat kembali kejadian-kejadian yang terjadi pada saat itu. And sometime, we will learn about something in the past. Dan itu adalah sebuah pelajaran hidup yang sebenarnya sudah terlupakan.

So, masih gak mau ngaku kalau kalian punya Diary?
Atau masih “ogah” buat mengakui bahwa Diary itu penting?
Come on, Let’s try it. Then you will found out yourself.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar