Kamis, 13 Oktober 2011

STRESS kah aku???

       Banyak sekali hal-hal yang aneh aku rasakan akhir-akhir ini. Mungkin ini biasa bagi sebagian orang. Tapi bagi ku ini tidak biasa. Aku jadi malas belajar sekarang, semangat belajarku rasanya mulai menurun dengan drastis. Kondisi badan juga semakin hari semakin down, udah mulai batuk-batuk, bersin-bersin, pusing siang-malem, hadoh,,hadoh,,ampyun dah..
Tapi ternyata menurut pakar kesehatan, ada beberapa gejala yang menunjukan apakah kita mengalami stress atau gak. Berikut ini beberapa gejala2nya :

  • Rahang nyeri. Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.
  • Kulit gatal. Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
  • Mata kedutan. Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
  • Nyeri pada gusiStres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
  • Mual. Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
        Berkat pengetahuan inilah aku tahu bahwa ternyata memang benar aku terkena stress, tapi bukan berarti aku jadi gila lhoo.. Aku masih sehat secara fisik, tapi secara batin mungkin mengalami tekanan yang menyebabkan stress ini. Beberapa cara yang dianjurkan oleh pakar kesehatan adalah dengan meluangkan waktu untuk olahraga minimal 30 menit setiap harinya.
   Tapi apa daya rasanya malas sekalee,,, kalo mau olahraga, jadi seenggaknya rasa stress itu aku hilangkan dengan jalan2 ke kota atau ke mall gitu buat mencari suasana baru , yah kali aja sekalian dapet ******* (sensor). 
      Selain olahraga, menjaga kualitas makanan juga sangat dibutuhkan untuk mengurangi stress ini. Kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu. Semoga dengan menjaga pola hidup dan mengatur konsumsi makanan, kita akan terbebas dari gejala2 stress yang mungkin terjadi.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar